Tape singkong sebagai sumber kabohidrat

 Tape singkong sebagai sumber kabohidrat

Mungkin inilah alasan mengapa orang- orang jaman dahulu mengandalkan singkong sebagai makanan pengganti nasi. Singkong yang sudah dioalah menjadi tape, ternyata memiliki kandungan karbohidrat yang besar. Bahkan kandungan karbohidratnya lebih besar daripada kandungan akrbohidrat pada kentang.

  1. Tape singkong membantu menurunkan resiko terkena osteoporosis

Tape singkong mengandung vitamin K. Dimana vitamin K sudah banyak yang mengetahui bermanfaat bagi pertumbuhan tulang. Selain itu vitamin K juga bermanfaat untuk membentuk massa tulang dan mencegah osteoporosis.

  1. Tape singkong menurunkan kerusakan saraf otak

Kandungan vitamin k pada singkong pula yang berperan untuk mencegah kerusakan saraf pada otak dan bermanfaat untuk terapi penderita Alzheimer.

  1. Tape singkong membantu mencegah anemia

Tape singkong mengandung vitamin B kompleks dan beberapa kelompok vitamin seperti thiamin, riboflavin dan piridoksin ( vitamin B- 6). Riboflavin bermanfaat pertumbuhan tubuh dan mendorong pembentukan sel- sel darah merah. Jika produksi sel darah merah tidak mengalami kekurangan, maka penyakit anemia dapat dicegah.

  1. Tape singkong membantu mengatur tekanan darah

Tape singkong mengandung beberapa mineral seperti kalium, magnesium dan seng. Kalium bermanfaat dalam pembentukan sel- sel tubuh dan membantu mengatur tekanan darah.

  1. Tape singkong sebagai sumber serat baik untuk kesehatan

Makanan yang banyak mengandung serat memang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tape singkong banyak mengandung serat. Sehingga mengkonsumsinya dapat mencegah beberapa penyakit seperti jantung, stroke dan mengendalikan diabetes.

  1.         Efek samping tape singkong

Konsumsi tape yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dan gangguan sistem pencernaan.  Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit  pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV.  Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, konsumsi tape perlu dilakukan secara terkendali dan pembuatannya serta penyimpanannya pun dilakukan dengan higien

            Kesimpulan

Pembuatan tape adalah proses fermentaasi yang menghasilkan senyawa senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan sampai obat obatan. Proses fermentasi pada makanan  yang sering dilakukan adalah proses pembuatan tape, tempe, yoghurt, dan tahu. Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energy pada organism purba sebelumnya oksigen beada pada konsentarsi tinggi di atmosfer seperti saat ini, sehingga fermentasi merupakan bentuk purbaa dari produksi energy sel.

Produk fermentasi mengandung energy kimia yang tidak teroksidasi penuh tetapi tidak dapat mengalami metabolism lebih jauh tanpa oksigen atau akseptor lainnya sehingga cenderung dianggap produk sampah

 

 

Sumber: https://multiply.co.id/