Serba serbi Denah Bangunan

Serba serbi Denah Bangunan

Dalam perencanaan gedung, salah satu produk yang dihasilkan adalah denah gedung. Sebenarnya apa sih denah bangunannya?

Definisi

Menurut Wikipedia, denah rumah adalah sekumpulan konstruksi atau gambar kerja (kadang disebut cetak biru) yang mendefinisikan semua spesifikasi konstruksi untuk sebuah gedung apartemen, seperti dimensi, bahan, tata letak, metode dan metode pemasangan.

Biasanya, denah lantai adalah gambar yang menunjukkan lokasi suatu ruangan dan objek dalam suatu bangunan. Dalam arti lain, denah adalah bangunan yang dipotong secara horizontal, dan kita melihatnya dari atas. Salah satu instruktur saya mengatakan bahwa denah adalah bagian horizontal dari sebuah bangunan yang dipotong satu meter di atas lantai dasar dan dilihat dari atas.

Fungsi

Denah lantai berfungsi untuk menginformasikan letak suatu ruangan pada bangunan sehingga dapat diketahui apakah penataan ruang pada bangunan tersebut efektif atau tidak. Dengan melihat denah lantai, kita dapat menentukan apakah ukuran ruangan tepat, tata letaknya benar, dan apakah ada elemen lain yang juga sesuai, seperti letak pintu, jendela, ketinggian lantai, dan sirkulasi udara di dalam ruangan. bangunan.

Simbol rencana

Ada beberapa aturan standar minimum dalam deskripsi skema yang mungkin dibaca orang lain, termasuk:

Nama ruang yang terdaftar
Dimensi ruang yang ditentukan
Mencantumkan ketinggian lantai tiap kamar
Tanda pintu dan jendela yang digambarkan dengan jelas
Judul terdaftar dan skala gambar

Kode desain denah lantai dan diagram alir

Membuat denah lantai itu mudah. Selain itu, perangkat lunak digital tersedia untuk memastikan pengukuran yang akurat dan akurat. Bagian tersulit adalah jika kita tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman dalam desain bangunan. Banyak klien kami merasa mudah untuk membuat denah lantai (biasanya dengan pernyataan bahwa ada banyak perangkat lunak desain di luar sana saat ini) yang pada akhirnya tidak sesuai dengan biaya desain yang kami kirimkan. Ada yang membuat denah sendiri, dan setelah dianalisa ternyata banyak hal yang tidak sesuai, tidak efektif bahkan tidak bisa dibangun.

Perencanaan dimulai dengan mengumpulkan data tentang ruang yang dialokasikan. Data yang dipertimbangkan mencakup jenis kamar dan ukuran kamar. Berdasarkan data ini, kita akan membuat zona ruang tergantung pada fungsi dan sifat masing-masing ruangan. Misalnya, untuk bangunan tempat tinggal, zonasi mungkin didasarkan pada sifat ruang publik-pribadi. Ruang publik dapat dikelompokkan menjadi satu area, dan ruang privat juga dapat dikelompokkan menjadi satu area.

Misalnya ruang tamu menjadi bersebelahan dengan ruang keluarga, ruang makan, atau ruang publik lainnya. Sedangkan kamar tidur terpisah juga berdampingan dengan kamar tidur lain atau area privat lainnya. Zonasi ini dapat didasarkan pada sifat ruang, fungsi ruang, atau pembagian lainnya.

Setelah pengelompokan dan penumpukan, kami memastikan ruang-ruang ini dipindahkan atau digabung dengan ruangan lain atau area luar ruangan. Sirkulasi adalah pergerakan orang di sekitar gedung. Sebagai contoh, bangunan tempat tinggal memerlukan pintu samping selain pintu utama, mengingat jika ada tamu di ruang tengah (yang memiliki pintu utama), penghuni rumah dapat keluar masuk melalui pintu samping.

Selanjutnya, Anda perlu memperhitungkan lokasi lubang untuk sirkulasi udara dan cahaya. Untuk jendela atap, kita perlu mengetahui arah ke rumah untuk menentukan posisi matahari dalam kaitannya dengan bangunan. Bangunan yang menghadap ke timur dan barat tentu mendapat sedikit cahaya. Ini menjadi pertimbangan khusus saat kita membuat bukaan lampu di setiap ruangan.

Untuk ventilasi, pastikan ada akses ke udara alami di setiap ruangan. Bukaan yang dilakukan menghubungkan ruang dalam bangunan dengan ruang luar bangunan. Untuk aliran udara yang merata, lebih baik menggunakan metode ventilasi silang, dengan lubang yang saling berhadapan secara diagonal di ruang. Ini menentukan lokasi dan bentuk ruang di dalam gedung.

Serba serbi bangunan lainnya: tubaguskencanaarsitek.co.id

Selanjutnya, sebaiknya perhatikan letak tangga pada bangunan dengan lebih dari satu lantai. Tangga membutuhkan tempat khusus saat meletakkan. Penumpukan tangga tidak bisa sembarangan. Tangga memiliki tinggi dan lebar anak tangga standar sehingga Anda dapat berjalan dengan aman di atasnya. Selain itu, penempatan tangga juga terkait dengan struktur bangunan yang mendasari, seperti balok lantai dan kolom penyangga.