Pokok – pokok isi Al-Quran

Pokok – pokok isi Al-Quran

Selain sebagai petunjuk dan tuntutan hidup, Al-Quran juga berfungsi untuk membedakan antara yang haqq dan yang bathil. Petunjuk Al-Quran dapat memperjelas sebuah kebenaran yang harus diikuti dan kesalahan yang harus ditinggalkan. Maka ukuran benar atau salah berdasarkan nilai-nilai Al-Quran, bukan hanya berdasarkan penilaian manusia.

Fungsi Al-Quran sebagai tuntutan lengkap bagi kehidupan manusia merupakan bukti bahwa ruang lingkup pembahasan Al-Quran sangat luas seluas aspek kehidupan manusia itu sendiri. Secara garis besar pokok-pokok isi Al-Quran mencakup beberapa aspek, diantara lain :

  1. Pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan).
  2. Pembahasan menyangkut prinsip-prinsip ibadah dan mu’amalah.
  3. Pembahasan yang berkaitan dengan akhlak.
  4. Pembahasan yang terkait dengan sejarah
  5.  Dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi.
  1.  Prinsip-Prinsip Akidah Dalam Al-Quran

Inti Akidah Islam adalah Tauhid, yakni mengenakan Allah Swt. Tauhid merupakan garis pembeda antara orang islam dan orang kafir. Urgensi tauhid dala keislaman seseorang dapat dilihat dalam dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah selama 13 tahun yang difokuskan kepada masalah Tauhid.

Ayat-ayat yang berkenaan dengan Akidah sangat banyak, antara lain :

  1. Al-Baqarah : 163

والهكم إله واحد لا إله إلا هو الرحمن الرحيم

Artinya : Dan tuhan kamu adalah tuhan yang maha esa, tidak ada tuhan selain Dia, yang maha pengasih, maha penyayang.

  1. Ali-Imran : 2

الله لآ إله إلا هو الحي القيوم

Artinya : Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).

  1. Al-Ikhlas : 1-4

قل هو الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد

Artinya : Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperintahkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”.

Ketiga ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah itu Maha Esa, Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Sang Khaliq (pencipta) sementara yang lain adalah makhluk (yang diciptakan). Keimanan bagi seorang muslim sejati tidak bisa tergantikan dengan apapun. Dia senantiasa akan merawat dan menjaga keimanannya sebagai nikmat teragung yang merupakan karunia Allah Swt. Dia akan menjauhi sikap menyekutukan (syirik) Allah Swt. karena tidak ada dosa yang terbesar dan tidak terampuni selain dosa syirik. Allah menegaskan bahwa segala bentuk dosa masih menyisakan harapan ampunan dari Allah, kecuali dosa syirik. Allah berfirman dalam QS. An-nisa : 116

ان الله لا يغفر ان يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك با لله فقد ضل ضللا بعيدا

Artinya : Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.

  1.  Prinsip-Prinsip Ibadah dan Mu’amalah

Ibadah adalah bentuk pengabdian seorang hamba terhadap tuhannya. Ibadah ada dua macam, yaitu ibadah mahdlah dan ibadah ghairu mahdhah . Ibadah Mahdhah adalah hubungan vertikal antara hamba dan Tuhannya. Sedangkan Ibadah Ghairu Mahdhah adalah hubungan horizontal antara sesama manusia.

  1.  Ibadah Mahdhah

Ibadah Mahdhah mencakup pada ibadah Sholat, Zakat, Puasa dan Haji. Tata aturan ibadah mahdhah telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jadi ketentuan ibadah mahdhah itu pasti. Artinya, tidak boleh melaksanakan ibadah mahdhah dengan aturan yang tidak sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Kandungan Al-Quran yang membahas prinsip-prinsip ibadah antara lain menjelaskan kewajiban sholat, seperti dalam QS. Al-Baqarah : 43

واقيموا الصلوة واتوا الزكوة واركعوا مع الراكعين

Artinya : Dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukun.

Dalam QS. Al-Anfal : 3

الذين يقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون

Artinya : (yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Shalat menduduki posisi yang urgent dalam agama islam karena sholat menjadi tiang agama. Sholat juga merupakan barometer untuk mengetahui perilaku seseorang. Bila sholat seseorang baik, memenuhi segala syarat dan rukunnya, khusu’ dan ikhlas dalam melaksanakannya maka perilaku sehari-harinya juga baik. Hal ini telah digariskan oleh Allah swt. Dalam QS. AL-Ankabut : 45,

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/06/07/download-kinemaster-pro-apk/