Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup

Globalisasi juga mampu menghadirkan gaya hidup konsumeris. Torsten Veblen (Al Hakim, 2014:299) menguraikan fungsi laten konsumsi dan pemborosan secara berlebihan menjadi simbol status tinggi dan percobaan untuk memperbesar gengsi melalui kompetisi.

  1. Berkurangnya kedaulatan negara

Globalisasi memang memunculkan kekhawatiran yang luas bahwa kedaulatan suatu negara digerogoti. Pemerintah kini mengakui dan bekerja di suatu lingkungan dimana sebagian besar penyelesaian masalah harus dirumuskan dengan memperhatikan dunia global.

  1. Lunturnya aspek kebangsaan

Sudah tentu generasi muda zaman sekarang tidak lebih mudah dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi muda yang hidup pada era komunikasi dan informasi yang canggih sudah dikepung oleh iklan yang membawa pesan konsumtif di berbagai media. Rangsangan untuk bergaya hidup hedonis dan konsumtif terasa makin masif. Mereka kurang peduli dengan nasib bangsa secara keseluruhan.

            Menurut Hariyono (2014:39) menjelaskan bahwa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah aspek kebangsaan, eksistensi Pancasila dan Nasionalisme. Nasionalisme di era reformasi seakan telah terdistorsi oleh sistem pasar. Pancasila yang sejak awal telah dijadikan sebagai dasar negara seakan tersisih oleh ideologi pasar.

sumber ;