Penjelasan Mengenai sains Islam

Penjelasan Mengenai sains Islam

Penjelasan Mengenai sains Islam

 

Penjelasan Mengenai sains Islam
Penjelasan Mengenai sains Islam

 

Penjelasan

Allah SWT. telah menganugrahkan akal kepada manusia, suatu anugrah yang sangat berharga, yang tidak diberikan kepada makhluk lain, sehingga umat manusia mampu berpikir kritis dan logis. Agama Islam datang dengan sifat kemuliaan sekaligus mengaktifkan kerja akal serta menuntunnya kearah pemikiran Islam yang rahmatan lil’alamin. Artinya bahwa Islam menempatkan akal sebagai perangkat untuk memperkuat basis pengetahuan tentang keislaman seseorang sehingga ia mampu membedakan mana yang hak dan yang batil, mampu membuat pilihan yang terbaik bagi dirinya, orang lain, masyarakat, lingkungan, agama dan bangsanya.

Sains Islam

Sains Islam bukanlah suatu yang terlepas secara bebas dari norma dan etika keagamaan, tapi ia tetap dalam kendali agama, ia tumbuh dan berkembang bersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya Islam . Karena antara agama dan sains dalam Islam tidak ada pemisahan, bahkan sains Islam bertujuan untuk menghantarkan seseorang kepada pemahaman yang lebih mendalam terhadap rahasi-rahasia yang terkandung dalam ayat-ayat Allah, baik ayat qauliah maupun ayat kauniah melalui pendayagunaan potensi nalar dan akal secara maksimal. Sains Islam tetap merujuk kepada sumber aslinya yakni Al-Qur’an dan Hadits, tidak hanya berpandu kepada kemampuan akal dan nalar semata, tetapi perpaduan anatara dzikir dan fikir, sebab bila hanya akal dan nalar yang menjadi rujukan, maka tidak jarang hasil temuaannya bertentangan ajaran agama atau disalah gunakan kepada hal-hal yang menyimpang dari norma-norma dan ajaran agama. Hasil penemuan tersbut bisa-bisa tidak mendatangkan manfaat tepi malah mendatangkan mafsadah, kerusakan, dan bencana di sana sini.

Karakteristik Sains Islam

Karekteristik dari sains Islam adalah keterpaduan antara potensi nalar, akal dan wahyu serta dzikir dan fikir, sehingga sains yang dihasilkan ilmuan Muslim batul-betul Islami, bermakna, membawa kesejukan bagi alam semesta, artinya mendatangkan manfaat dan kemaslahatan bagi kepentingan umat manusia sesuai dengan misi Islam rahmatan lil’alamin. Sains Islam selalu terikat dengan nilai-nilai dan norma agama dan selalu merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, dan ia membantu menghantarkan para penemunya kepada pemahaman, keyakinan yang lebih sempurna kepada kebanaran informasi yang terkandung dalam ayat-ayat Allah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Allah, mengakui keagungan, kebesaran, dan kemaha kuasan-Nya.

Arti Pengetahuan

Pengetahuan adalah dinamo peradaban masa depan, mereka yang menguasai ilmu pengetahuan, merekalah yang akan menguasai peradaban. Bila pemuda Islam saat ini jauh dari ilmu pengetahuan, maka akan sangat sulit untuk menikmati kejayaan Islam dalam waktu dekat. Tantangan kita sebagai mahasiswa Muslim adalah bagaimana ilmu pengetahuan yang kita dapatkan di kampus mampu bermanfaat untuk kemashalatan umat. Masyarakat membutuhkan inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan baru untuk mendorong kesejahteraan mereka. Harapan besar di masa datang adalah bagaimana kita mampu memanfaatkan kampus kita sebagai pendorong dari peradaban Islam itu.
Jadi Al-Qur’an mengandung anjuran untuk mengamati alam raya, melakukan eksperimen dan menggunakan akal untuk memahami fenomenanya, dalam hal ini ditemukan persamaan dengan para ilmuwan, namun di segi lain terdapat perbedaan yang sangat berarti antara pandangan atau penerapan keduanya.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/