Pengertian Propaganda

 Pengertian Propaganda


Propaganda merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Propaganda sendiri berasal dari kata propagare artinya menyebar, berkembang, mekar. Carl I Hovlan menambahkan bahwa propaganda merupakan usaha untuk merumuskan secara tegar azas-azas penyebaran informasi serta pembentukan opini dan sikap. “Propganda semata merujuk pada control opini dengan symbol-simbol penting, atau berbicara secara lebih konkret dan kurang akurat melalui cerita, rumor, berita, gambar, atau bentuk-bentuk komunikasi social lainnya. (Seperti yang di kutip oleh Werner J. Severin –Jamesa W Tankard ,Jr. Teori Komunikasi, dalam Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, Terapan di Dalam Media Massa. Hal.128).
lmu retorika adalah imu salah satu ilmu komunikasi praktika, ilmuteoritikannya adalah ilmu komunikasi teoritika. Ilmu teoritika ini digunakan untuk mencapai kebahagian di bidang komunikasi lisan, ob(ek ka(iannya bagaimana caramenyampaikan isi pernyataan dengan lisan agar komunikan memahami apa yangdimaksud oleh komunikator . retorika disebut sebagai ilmuyang menyebutkan sebagai ilmu berbicara atau ilmu bertutur kata, tetapi ilmu inisering diaggap orang sebagai ilmu yang negatif, seperti yang dikemukakan Y.B Mangunwijaya 2002 retorika kita anggap sebagai ilmu yang biasa dalam penyampaikan katanya tetapi (ika kita lihat lebih dalam lagi ilmu ini sangatmengepentingkan makna dan arti dalam kata itu.
Dalam perspektif ini kegiatan-kegiatan propaganda dengan tujuan-tujuan untuk mengubah kebijakan dan kepentingan suatu negara atau memperlemah posisi negara lawan digunakan. Bahkan dengan propaganda di komunikasi internasional lebih ditujukan untuk menanamkam gagasan ke dalam benak masyarakat negara lain dan dipacu demikian kuat agar mempengaruhi pemikiran, perasaan serta tindakan. Tujuan ini mencakup perolehan dan penguatan atau perluasan dukungan rakyat dan negara sahabat, mempertajam atau mengubah sikap dan cara pandang terhadap suatu gagasan atau suatu peristiwa atau kebijakan luar negeri tertentu, pelemahan atau peruntuhan pemerintah negara asing atau penggagalan kebijakan serta program nasional negara tidak bersahabat, serta netralisasi atau penghancuran propaganda tidak bersahabat dari negara atau kelompok lain.
Selama ini, propaganda memang diakui merupakan instrumen yang paling ampuh untuk memberikan pengaruh. Apabila terdapat kesatuan psikologis dalam komunikasi internasional, satu opini publik dalam suatu negara yang cocok dengan opini publik negara lain bisa saja berintegrasi menjadi opini internasional dan selanjutnya akanmerupakan polar yang terpisahkan oleh perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan latar belakang ideologi, sejarah, sosial dan faktor-faktor lain dari suatu negara.
Lebih jauh tentang propaganda akan diuraikan singkat pemahaman akan propaganda. Dari sejarah propganda sebenarnya tidaklah negatif karena istilah ini pertama kali digunakan oleh Paus Gregorius XV tahun 1622 dan atau oleh Paus Urbanus VIII tahum 1633 untuk menanamkan suatu badan atau organisasipenyebaran agama Katolik. Untuk istilah politik mula pertama digunakan oleh Napoleon Bonaparte dan Mrs. Harriet Beecher Stove adalah orang pertama yang menggunakan istilah ini di bidang sosial.
Lenin mengatakan bahwa propaganda  adalah mengemukakan banyak pikiran yang menrangkan masalah khusus. Leonard W. Doob berpendapat bahwa propaganda is a systematic attempt by a interested individual individual (or individuals) to control the attitudes of group of individuals through the use of suggestion and consequently their actions. Sebanrnya banyak pengertian tentang propaganda minimal kita memahami bahwa propaganda adalah suatu spesialisasi komunikasi yang bertujuan untuk menanamkan pandangan, sentimen dan atau penilaian atas dasar sugesti.
Tujuan propaganda sendiri menurut Herbert Blumer adalah hendak menciptakan keyakinan dan mendorong diadakannya suatu aksi atas dasar keyakinan itu. Sementara dalam operasinya ada beberapa syarat :
Ø  Dalam rangka menanamkan pandangan atau sikap perlu upaya untuk menarik perhatian
Ø  Untuk menarik perhatian haruslah diberi ‘kerangka yang baik dan mengikat’
Ø  Harus ada pengulangan secara terus menerus
Ø  Memberikan desakan-desakan yang kukuh
Selanjutnya adanya objek propaganda yang berbeda yang saling bertentangan atau secara teknis akan menimbulkan adanya ‘propaganda dan kontra propaganda’, karena itu maka setiap propagand selalu ditawarkan sebagai suatu grup propaganda yang ditujukan kepada mass audience. Untuk itu, setiap propaganda selalu ditujukan kepada out-group dan tidak in-group. Seperti contoh saat perang, Donovan Pedelty menyebutkan peranan utama propganda dalam perang bukannya hendak meyakinkan lawan bahwa mereka itu salah, akan tetapi untuk mempertahankan daya tempur mereka sendiri.

sumber :
https://islamuswest.org/2020/06/11/seva-mobil-bekas/