Pengertian  Perkembangan Teknologi Agribisnis

Pengertian  Perkembangan Teknologi Agribisnis

Agribisnis adalah bisnis yang berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik disektor hulu maupun hilir. Agribisnis dengan kata lain adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Istilah “agribisnis” diserap dari bahasa inggris: agribusiness yang merupakan portmenteau dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis).

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi agribisnis adalah Pengembangan teknologi berbasis pertanian yang dapat dicirikan melalui inovasi dan introduksi alat atau mesin pertanian untuk proses produksi mulai dari prapanen hingga pascapanen merupakan masalah yang penting. Hal tersebut disebabkan karena modernisasi pertanian yang dilandasi sistem agribisnis atau agroindustri sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional demi mewujudkan kesejahteraan rakyat dan swasembada pangan, haruslah dikelola secara efektif dan efisien dalam setiap penggunaan sarana produksi ( bibit, pupuk, obat, dan peralatan ) untuk mencapai produktifitas, kualitas, dan keuntungan yang maksimal. Kondisi ini dapat terwujud apabila pengembangan teknologi pertanian beserta perangkat pendukungnya benar-benar diperhatikan secara serius.

Teknologi tidak bisa dilepaskan dari gerakan revolusi hijau. Teknologi yang terus dikembangkan, terutama kegiatan riset, akan membawa pertanian menuju efisiensi dan peningkatan produktifitas. Esensi riset dan pengembangan amat identik dengan kemajuan suatu bangsa karena teknologi dapat menekan biaya produksi meingkatkan produktifitas dan mendorong tingkat efisiensi (Arifin, 2004). Sementara itu, produktivitas dimaksudkan sebagai suatu ukuran efisiensi yang berupa rasio produk dengan faktor produksi tertentu. Inovasi baru atau perubahan teknologi umumnya mampu menaikkan tingkat produksi sekaligus produktifitasnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pengembangan teknologi ditujukan untuk memacu peningkatan produktivitas pertanian.

 

  1.  Contoh Perkembangan Teknologi Agribisnis

Beberapa contoh perkembangan teknologi agribisnis:

  1. The Global Positioning System (GPS)
  2. Rekayasa Genetik
  3. Pengendalian Hama Terpadu
  4. Kloning
  5. Kultur jaringan
  6. Pertanian Organik
  7. Pemanfaatan Hormon
  8. Hidroponik dan aeroponik

 

1. The Global Positioning System

adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu.

 

Sebagian besar para petani yang tersebar di berbagai negara yang tergabung di ASEAN sudah meningkatkan level manajemen lahan pertanian mereka dengan sistim/manajemen dengan teknologi terbaru. Untuk meningkatkan strategi perkebunan, organisasi, dan sistem manajemen ke tingkat berikutnya, mereka memanfaatkan penggunaan ‘pertanian cerdas’ dan alat-alat yang tepat guna, dan kemudian menyesuaikan mereka ke dalam solusi pertanian itu sendiri. Salah satu contoh yang sudah kami pelajari dan amati yang mungkin dapat berguna bagi para petani di Indonesia adalah Global Positioning System (GPS) untuk pelacakan aktivitas real time, zoning atau perencanaan.

 

 

 

2. Rekayasa Genetika

 

Apa itu Rekayasa Genetik?

Rekayasa genetika adalah suatu proses manipulasi gen yang bertujuan untuk mendapatkan organisme yang unggul. Rekayasa genetika merupakan salah satu pokok bahasan dalam ilmu Bioteknologi. (cabang ilmu BIologi). Pada artikel ini akan dibahas segala sesuatu yang berkaitan dengan rekayasa genetika.

Mahluk hidup terdiri atas gen, gen mengandung protein yang menjadi pusat atau sumber informasi. Gen yang  menjadi pembawa informasi turun-temurun dari generasi ke generasi bertanggung jawab atas pewarisan genotipik dan feno

sumber :