Penetapan Harga Produk Berganda

3).      Penetapan Harga Produk Berganda

           

Model mikroekonomi dasar dari suatu perusahaan mengasumsikan bahwa perusahaan memproduksi satu produk yang homogen. Hampir semua perusahaan memproduksi setidaknya beberapa model, gaya, atau ukuran dari keluaran mereka, dan masing – masing variasi ini dipandang  sebagai produk yang terpisah untuk maksud penetapan harga. Walaupun penetapan harga produk berganda mengharuskan analisis yang sama seperti untuk satu produk, analisis ini diperumit dengan adanya keterkaitan permintaan dan produksi.

1)      Keterkaitan Permintaan

          Keterkaitan permintaan timbul karena persaingan atau sifat saling         melengkapi di antara berbagai produk perusahaan. Analisis Keterkaitan Permintaan Keterkaitan permintaan mempengaruhi keputusan harga melalui pengaruh mereka terhadap pendapatan marginal

2)      Keterkaitan produksi

       Sama seperti produk – produk perusahaan yang dapat berkaitan melalui fungsi permintaan, produk – produk itu juga dapat berkaitan dalam produksi. beberapa produk dapat diproduksi bersama – sama dalam rasio yang tetap atau dalam proporsi yang dapat divariasikan.

 

Produk Gabungan Yang Diproduksi Dalam proporsi Tetap

Kasus paling sederhana dari produksi bersama adalah produk – produk yang dihasilkan dalam proporsi tetap. Dalam situasi ini, adalah tidak masuk akal untuk mencoba memisahkan produk – produk tersebut dari sudut pandang produksi atau biaya. Yaitu produk – produk yang harus dihasilkan dalam proporsi tetap dan tidak memungkinkan penyesuaian terhadap terhadap rasio keluaran produk.

4).      Penetapan Harga Dalam Pasar yang Mapan

Tingkat harga umum yang terjadi di pasar yang mapan adalah tingkat harga yang memenuhi tujuan harga tertinggi atau tujuan perusahaan – perusahaan tersebut secara umum. Penetapan harga dalam pasar yang mapan dapat dilakukan dengan cara :

1)      Price Positioning

Jumlah maksimum yang akan dibayar oleh pembeli untuk suatu produk dikenal sebagai harga reservasi pembeli tersebut. Penelitian pasar yang dilakukan dengan cermat akan bermanfaat bagi perusahaan dalam menunjukkan harga – harga reservasi untuk produk tertentu dan untuk setiap ciri yang tercakup atau tidak dalam produk tersebut.

2)      Strategi Harga Product Line

Pendekatan ini memilih markup berdasarkan estimasi elastisitas harga permintaan yang secara implisit mengasumsikan bahwa permintaan akan setiap item pada lini produk tidak tergantung permintaan setiap item lain dalam lini produk itu.

3)      Penentuan Harga Untuk Menduga Kualitas

Penentuan harga sebuah produk yang lebih tinggi akan meyakinkan konsumen bahwa item itu berkualitas lebih tinggi dan menyebabkan penjualan serta laba lebih besar dibanding apabila produk itu dijual dengan harga lebih rendah.

4)      Penentuan Harga Produk Dalam Satu Paket

Pembundelan produk adalah praktik penjualan satu atau lebih produk secara bersama – sama sebagai satu paket dengan harga tunggal. Penjualan secara paket akan meningkatkan laba yang ditempuh dengan cara menaikkan harga setiap produk apabila dijual terpisah dan menawarkan bundelan sebagai suatu paket dengan satu harga yang lebih rendah dari harga jual masing – masing komponen dalam bundelan tersebut.

            Menurut Tjiptono (2001 : 174) ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu perusahaan harus selalu meninjau kembali strategi penetapan harga produk – produknya yang sudah ada di pasar, diantaranya adalah :

1)      Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.

2)     Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.

            Dalam melakukan peninjauan kembali penetapan harga yang telah dilakukan, perusahaan mempunyai tiga alternatif strategi, yaitu:

1)      Mempertahankan Harga, strategi ini dilaksanakan dengan tujuan mempertahankan posisi dalam pasar dan untuk meningkatkan citra yang baik di masyarakat.

2)      Menurunkan Harga, Strategi ini sulit untuk dilaksanakan karena perusahaan harus memiliki kemampuan finansial yang besar, sementara konsekuensi yang harus ditanggung, perusahaan menerima margin laba dengan tingkat yang kecil. Ada tiga alasan atau penyebab perusahaan harus menurunkan harga produk yang sudah mapan.

3)      Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu.

POS-POS TERBARU