Pelaku Teroris Dilaknat Allah

Pelaku Teroris Dilaknat Allah

Pelaku Teroris Dilaknat Allah

Pelaku Teroris Dilaknat Allah
Pelaku Teroris Dilaknat Allah

Sejumlah ulama yang berkumpul di Masjid Al Fajr, Bandung, merilis maklumat yang meminta umat Islam mendoakan agar pelaku pemboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton mendapat laknat Allah“Kita mohon pada Allah untuk segera menurunkan adzab (pada pelakunya), agar terbukti kebenaran itu,” kata Ketua Forum Ulama Umat Indonesia Kyai Haji Athian Ali Moh. Da’i di Bandung, Sabtu (1/8).

Di antara ulama yang menandatangani maklumat itu, selain Athian, terdapat pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Ustad Abu Bakar Ba’asyir serta Sekretaris Jendral Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath. Mereka meyakini pelaku teror berencana untuk menekan Islam di Indonesia.

Athian mengatakan, mustahil para ulama mengeluarkan himbauan semacam itu jika tidak yakin bahwa pelakunya orang muslim yang mengatasnamakan Islam.”Ini satu bukti bahwa kami yakini ini rekayasa orang-orang kafir, kami siap berdoa agar Allah menurunkan laknat pada semua para pelaku termasuk orang yang bermain di balik ini semua,” katanya.

Dalam maklumat itu, para ulama meminta agar pemerintah dan aparat serius membongkar peristiwa pemboman itu. Termasuk melakukan penyelidikan yang seimbang dan tidak melulu menuduh umat Islam di balik serangan bom ini. Mereka meyakini, persoalan terorisme ini akibat pemerintah dan aparatnya tidak pernah tuntas menyelesaikan kasus ini hingga mengungkap dalangnya. “Kita harap pemerintah dan aparat serius, dan kita siap membantu apa yang bisa kita lakukan untuk ikut mencari itu,” katanya.

Di kesempatan itu, Ba’asyir menuding CIA sebagai otak di balik pengeboman dua hotel berbintang di Megakuningan, Jakarta, beberapa pekan lalu itu. “Menurut analisa saya, targetnya untuk menggerakkan pemerintah Indonesia supaya lebih represif di dalam menghadapi para mubaligh pejuang Islam,” katanya.

Alasan menuding itu, di antaranya, pemilih hotel itu diyakininya adalah badan intelijen Amerika. Ditambah, lanjutnya, mustahil orang bisa masuk dengan mudah ke dua hotel itu membawa bahan peledak karena ketatnya pengamanan di sana. “Bawa paku sudah ketahuan, malah ini bawa bom.” Athian mengatakan, pihaknya tidak memungkiri kerja pemerintah selama ini mengungkap pelaku di lapangan yang di antaranya bahkan telah dihukum mati. Namun, lanjutnya, pihaknya masih menyimpan pertanyaan ihwal dalang dibalik peristiwa itu.

Soal ini Ba’asyir meyakini, ada pihak yang sengaja menunggangi, termasuk yang terjadi dalam peristiwa bom Bali lalu. “Ada memang yang ingin jihad, tapi karena mungkin perhitungannya kurang, sehingga ditunggangi,” katanya.

Soal pengakuan pelaku pemboman di Megakuningan lalu, yang dilansir lewat blog, Ba’asyir yakin itu bukan buatan Noordin M Top. Argumennya, ada kesalahan dalam berbahasa di blog itu. “Saya nggak percaya, itu buatan kafir-kafir setan,” katanya.

Khaththath menjelaskan, salah satu kejanggalan dalam blog itu, terdapat kata “Hafidzohullah” di bawah nama “Nur Din bin Muhammad Top”. Kata Hafidzohullah berarti Semoga Allah Melindung atau Memelihara ‘Dia’. “Ini yang menunjukkan yang membuat itu bukan Noordin (M Top) itu sendiri, tapi orang lain, keculai Noordin memang bodoh dalam bahasa Arab,” katanya.

Dia meyakini, pembuatan blog itu menyimpan tujuan untuk merusak citra Islam. Ditambah, lanjutnya, pengelola blog itu membiarkan sejumlah komentar miring yang menghujat Islam. Pembiaran komentar dalam blog itu, paparnya, ingin merusak citra Islam. “Ini umpan untuk memerangi Islam,” katanya. Lebih jauh, Khaththath menuding, adanya kesengajaan mengkonstruksi opini – sebagai black-campaign terhadap arti Jihad dengan mengaitkannya sebagai terorisme. Blog itu ditudingnya sebagai kampanye hitam terhadap cita-cita Islam yakni Khilafah Islamiah dengan mengaitkannya dengan pengeboman.