Optik Tunggal Siap Bantu Penderita Katarak Kongenital

Optik Tunggal Siap Bantu Penderita Katarak Kongenital

Optik Tunggal Siap Bantu Penderita Katarak Kongenital

Optik Tunggal Siap Bantu Penderita Katarak Kongenital
Optik Tunggal Siap Bantu Penderita Katarak Kongenital

Untuk meningkatkan kesadaran terhadap kelainan katarak kongenital, PT Optik Tunggal Sempurna

akan membagikan 90 kacamata khusus bagi anak penderita katarak kongenital di seluruh Indonesia. Pemberian kacamata khusus itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terkait ulang tahun ke-90 Optik Tunggal.

“Sampai saat ini data yang masuk sudah ada 59 data yang terverifikasi. Penyaringan data masih terus berjalan,” kata Alexander F Kurniawan, Chairman Optik Tunggal Sempurna dalam Editor Luncheon sekaligus memperingati HUT ke-90 Optik Tunggal di Jakarta seperti dalam pernyataan tertulisnya yang diterima hari ini. Hadir dalam acara tersebut Asri Welas, penyiar salah satu radio di Ibukota dan pemeran Ceu Salmah dalam Film Keluarga Cemara ini.

Katarak kongenital kurang begitu dikenal masyarakat umum. Katarak kongential

adalah kekeruhan lensa mata yang terjadi sejak lahir yang disebabkan berbagai faktor yang apabila tidak segera ditangani akan sangat berbahaya karena merupakan penyebab utama timbulnya kebutaan pada anak.

Menurut Alex, inspirasi program ini berawal dari pemberitaan Muhammad Ibran, anak kedua Asri Welas, yang terlahir dengan katarak kongenital. Setelah melakukan operasi katarak di kedua matanya, Ibran membutuhkan kacamata khusus untuk kesehariannya yang dapat membantu berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya.

Untuk melayani anak dengan kelainan katarak kongential, Optik Tunggal dapat menyediakan lensa yang ukurannya plus 20. Frame kacamata yang disediakan juga sangat sesuai dengan bayi karena lentur dan tidak membuat alergi.

“Perlu diketahui bahwan kacamata bayi dengan lensa yang cukup tebal di Indonesia belum ada banyak

. Untuk itu, kami tergerak untuk mengadakan kacamata bayi yang fleksibel tidak membuat alergi dan membuat anak-anak bebas bergerak dan beraktifitas. Tentunya lensa yang terbaik di dunia yaitu Zeiss Lens menyanggupinya akan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu maksimal 30 hari kerja karena pembuatan lensa tersebut langsung dari Jerman,” ujar Alex.

Seiring waktu berjalan, kata Alex, Optik Tunggal juga ingin membantu anak-anak yang menderita kelainan seperti Ibran agar apat melihat dan tumbuh seperti anak lainnya. “Karena masa golden age anak itu jangan sampai terlewat karena panca indera atau alat komunikasi yang tidak bisa digunakan,” katanya.

 

Baca Juga :