Muhkam Mutasyabih (Definisi & Dasar Ketentuannya)

 Muhkam Mutasyabih (Definisi & Dasar Ketentuannya)

 Muhkam Mutasyabih (Definisi & Dasar Ketentuannya)

 Muhkam Mutasyabih (Definisi & Dasar Ketentuannya)
Muhkam Mutasyabih (Definisi & Dasar Ketentuannya)

Definisi Para Ahli tentang Muhkam Mutasyabih

Para ulama juga berbeda pendapat dalam mendefinisikan ayat-ayat muhkamat dan muatsayabihat. Nmun demikian, perbedaan mereka tidak begitu prinsipil, karena umumnya berbeda dalam tekanannya:

Pertama, muhkam ialah ayat yang maksudnya dapat diketahui baik secara nyata atau takwil, sedangakn mutasyabih ialah ayat hanya diketahui oleh Allah SWT seperti kiamat, munculnya Dajjal dan sebagainya.Kedua, muhkam ialah ayat yang jelas maknanya, dan mutasyabih ialah ayat yang tidak jelas maknanya.
Ketiga, muhkam ialah ayat yang hanya mengandung satu penakwilan, sedangkan mutasyabih ialah yang mengandung beberapa kemungkinan penakwilan.
Keempat, muhkam ialah ayat yang berdiri sendiri, sedangkan mutasyabih ialah ayat yang tak sempurna pemahamannya kecuali dengan merujuk ayat lain.
Kelima, muhkam ialah ayat yang tidak dihapuskan, sedangkan mutasyabih ialah ayat yang sudah dihapuskan. Ini pendapat dari Adh-dhahak.
Keenam, muhkam ialah yang mudah dipahami baik eksplisit maupun implisit, sedangkan mutasyabih ada dua macam. 1) Hanya diketahui oleh Allah saja seperti penciptaan Adam AS. Dan 2) Asas prinsipnya muhkamat, tetapi penjabarannya seperti ayat-ayat tentang sainsteks, asas-asas sosial, negara dan lain-lain.

Dasar-dasar Ketentuan Muhkam Mutasyabih

Ada beberapa hujjah yang menjadi rujukan pengelompokan ayat-ayat al-ur’an ke dalam ayat muhkamat dan mutasyabihat, antara lain:

Pertama: firman Allah dalam QS. Ali Imron ayat 7
هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.”
Kedua, hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Mardawaih. Yang artinya; “sesungguhnya al Qur’an tidak diturunkan agar sebagian mendustakan sebagian yang yang lain; apa yang kamu ketahui darinya maka kerjakanlah dan yang mutsayabih hendaklah kamu imani.”

Ketiga, hadis yang dikeluarkan oleh Imam al Hakim. Yang artinya; “adalah kitab terdahulu diturunkan dari satu pintu dan dalam satu huruf, tetapi al Qur’an diturunkan dari tujuh pintu dan tujuhhuruf, perintah, haram, muhkam, mutasyabih dan amtsal, maka halalkan apa yang dihalalkan, haramkanlah apa yang diharamkan, lakukan apa yang diperintahkan, jauhilah apa yang dilarang. Ambilah pelajaran dari mutasyabihnya dan ucapkanlah: kami mengimaninya, semua datang dari Rabb kami.”
Keempat, Atsar yang dikeluarkan oleh Imam ad Darimi. Yang artinya; “Dari Umar bin Khattab ra berkata: Akan datang kepada kalian orang-orang yang mendebat kalian dengan ayat-ayat mutasyabihat yang ada dalam al Qur’an, maka bawalah mereka kepada sunnah, karena ahlisunnah itu lebih mengetahui tentang kitab Allah SWT.”

Baca Juga: