Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru

Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru

Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru

Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru
Moratorium UN Dapat Dukungan dari Kalangan Guru

Kebijakan moratorium Ujian Nasional yang diusung oleh Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan Muhadjir Efendy mendapat dukungan dari kalangan guru. Mereka menilai, langkah ini memang sudah tepat untuk dilakukan.

“Wah bagus sekali, FSGI mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk moratorium UN karena hal itu menunjukan pemerintah patuh pada keputusan pengadilan dan menghargai hukum, ” ungkap Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti ketika dihubungi Edupost.ID Selasa (29/11).

Pernyataan Retno ini mengacu pada putusan Mahkamah Agung

(MA) terkait gugatan UN 2009 lalu. Pemerintah dituntut untuk mendahulukan peningkatan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, serta akses informasi yang lengkap ke seluruh Indonesia. Baru setelah itu pemerintah bisa menjalankan UN.

Moratorium ini, menurut Retno juga telah memenuhi rasa keadilan masyarakat. Selama ini siswa di sekolah yang minim standar pendidikannya, dipaksa untuk mengikuti ujian berstandar nasional.

Retno juga menyepakati akan diberlakukannya ujian daerah sebagai pengganti UN. Ujian daerah dapat berfungsi sebagai seleksi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Bisa gunakan hasil ujian daerah untuk seleksi masuk SMP dan SMA,

karena UN dimoratorium tetap untuk pemetaan. Daerah menyelenggarakan ujian di daerahnya masing-masing disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing daerah,” imbuhnya.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Menurutnya, selama ini masih banyak terjadi kecurangan dalam UN yang membuat UN tak bisa dijadikan standar penilaian.

 

Baca Juga :