Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia

Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia

Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia

Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia
Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia
Sobat banyak perdebatan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Setelah soal batas wilayah, Indonesia dan Malaysia sempat memanas terkait kebudayaan pendet  yang di klaim oleh Malaysia. Selain itu lagu kebangsaan Malaysia “Negaraku” juga dianggap menjiplak lagu “Terang Bulan”. Kedua lagu ini sangat identik dan sangat mirip, terutama introduksi, nada dan tempo.

Sebenrnya lagu Terang Bulan juga tidak jelas siapa penciptanya

Sekitar tahun 1956, lagu ini dinyanyikan secara koor di Radio Republik Indonesia stasiun Jakarta untuk pertama kalinya. Setelah itu direkam oleh perusahaan rekaman Lokananta, salah satu cabang dari perusahaan negara Perum Percetakan Negara RI. Namun lagu ini dianggap lebih dahulu populer ketimbang Lagu Negaraku, yang dijiplak Malaysia.
Namun menurut Malaysia, Lagu Terang Bulan lah yang menjiplak Lagu ‘Negaraku’. Sejarah lagu ini mernurut mereka merupakan lagu resmi dari Kesultanan Perak. Lagu ini dipilih menjadi lagu nasional Malaysia oleh dewan peradilan yang diketuai oleh Tunku Abdul Rahman pada 5 Agustus 1957.
Lagu Negaraku merupakan lagu resmi dari Kesultanan Perak. Irama lagunya diadopsi dari lagu “La Rosalie” ciptaan komposer berkebangsaan Perancis, Pierre Jean de Beranger (1780-1857). Lagu La Rosalie kemudian diubah liriknya dan diberi judul Allah Lanjutkan Usia Sultan dan dijadikan lagu resmi Kesultanan Perak.

Kemudian saat penentuan lagu kebangsaan

Allah Lanjutkan Usia Sultan menjadi salah satu dari empat lagu yang masuk deretan calon lagu kebangsaan. Korps Band Polisi Diraja Malaysia bertugas memilih salah satu dari empat lagu tersebut, dan terpilihlah lagu Allah Lanjutkan Usia Sultan. Pemilihan lagu ini terjadi di Kantor Polisi Depoh, Kuala Lumpur. Keputusan dewan peradilan ini kemudian disampaikan kepada Majlis Raja-raja Melayu.
Kerajaan kemudian akan memberikan hadiah RM 1000 kepada masyarakatnya untuk mengubah liriknya tersebut. Akhirnya Saiful Bahri berhasil memenangkan sayembara tersebut dengan memberikan judul ‘Negaraku’ dalam irama lagu Allah Lanjutkan Usia Sultan. Lagu Negaraku kemudian diubah iramanya menjadi lebih menarik oleh Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia ke-4.
Nah Sobat apapun kebenarannya, semoga kita tetap menjadi bangsa yang elegan dan menggunakan cara-cara yang baik dalam menyampaikan aspirasi. Semoga artikel Menelusuri Sejarah Lagu Kebangsaan Malaysia ini dapat bermanfaat dan menambah informasi kepada sobat semua. Berikut ini lirik lagu ‘Negaraku’.

LIRIK LAGU

Negaraku
Tanah tumpahnya darahku,
Rakyat hidup
bersatu dan maju
Rahmat bahagia
Tuhan kurniakan,
Raja kita
selamat bertahta,
Rahmat bahagia
Tuhan kurniakan.
Raja kita
selamat bertahta
Baca juga artikel: