Mashalih al-mursalah

Mashalih al-mursalah

Ialah suatu kemaslahatan yang tidak ditetapkan oleh syara dan tidak adapula nash-nya, baik yang memerintah maupun yang melarang. Contohnya dalam menentukan hukuman.Dalam islam menetapkan hokum qisas dimana jika ada seorang pezina dan penuduh zina tidak dapat menghadirkan saksi empat orang , atau hokum potong tangan bagi pencuri. Dalam perkembangan hokum yang terjadi adanya keberagaman tindak pidana namun tidak tercakup secara tegas dalam syara‟.Kemudian muncullah penjara.Syara‟ itu sendiritidak memerintahkan ataupun melarang pembuatan penjara.Tapi karena dilihat kembalipada fungsinya bagi keamanan dan ketertiban masyarakat maka keberadaan penjara pundipandang maslahat.Sebenarnya mashalih al-mursalah mirip dengan istihsan yakni mencari kemaslahatan.Bedanya jika istihsan mengambil qiyas khafi dari qiyash jalli, maka mashalih al-mursalah menetapkan suatu hokum yang tidak diperintahkan ataupundilarang oleh syara‟.

  1. ‘Urf atau adat kebiasaan

 ‘Urf merupakan adat kebiasaan masyarakat baik berupa perkataan maupun perbuatan yang  baik, yang karenanya dapat dibenarkan oleh syara‟. Contoh dalam kehidupan sehari

harinya ketika kita belanja di supermarket kita memilih barang dan membayarnya tanpa

ijab qabul, tetapi sebenarnya ketika kita membayar ke kasir sudah terjadi ijab qabu;. Ini

dikarenakan hokum kebiasaan (‘urf) lah yang menetapkan sahnya transaksi demikian.Ada juga ‘urf yang rusak seperti misalnya praktek riba yang menjadi kebiasaan masyarakat padahal syara‟ nya mengharamkan hal seperti itu. Adapun syarat-syarat yang memenuhi adat kebiasaan sebagai dasar penetapan hokum secara islami adalah :

  1. Berlaku secara umum di masyarakat atau kelompok tertentu
  2. Adat itu sudah ada saat terjadinya suatu perkara hokum
  3.  Tidak bertentangan dengan dalil syara‟ dan prinsip hokum islam Adapula tambahan dari jenis ijtihad yaitu Sududz Dzariah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. Di Indonesia, ijtihad sering dilakukan secara kolektif (ijtihad jam‟iyah), antara lain terjadinya dalam forum seperti Forum Bahtsul Masail Diniyah (Nahdhatul Ulama) dan berbagai majelis dan organisasi agama lainnya.

baca juga :