Masa Peralihan

Masa Peralihan

Masa Peralihan

Masa Peralihan
a. Sistem sosial
Kehidupan masa ini mulai berkembang dari masa berburu dan mengumpulkan makanan mulai beralih menuju pada kehidupan bercocok tanam dan tinggal menetap. Namun kehidupan masih brgantung pada iklim, kesuburan tanah dan kesediaan binatang. Mereka masin menerapkan la berburu, menangkap ikan, mencari kerang dan siput di laut serta mengumpukan makanan. Kehdupan bepindah-pindah (nomaden) berangsur-angsur mulai ditinggalkan yang dibuktikan dengan adanya sampah-sampah dapur yang berasal dari kulit siput dan kerang sebagai makanan pokoya (Kjokkenmoddinger). Peninggalan tersebut banyak dijumpai di Sumatera Timur (Langsa dan Medan).
Masa peralihan diperkiraka berlangsung selama zaman Batu Tengah (Mesolithikum) pada zaman Holosen. Pendukung kehidupannya adalah jenis manusia Homo Sapiens dari jenis Papu Melanesoid.

b. Peralatan Hidup

Pada masa peralan sebagian manusia praaksara sudah mulai tinggal di daerah gua alam (abrissous roche) didekat sumber air, sungai, danau, dan laut. Pada masa ini, manusia purba mulai pandai mengolah makanan dengan menggunakan api. Karea kehidupan yang masih primitif, manusia purba menciptakan api dengan cara menggoreskan batu, kayu, atau beda-benda keras lainnya hingga menimbulkan api.
3. Masa Bercocok Tanam
a. Sistem Sosial
Munculnya masyarakat pertanian diperkirakan pada zaman Mesolithikum Akhir (zaman Batu Tengah Akhir). Pendukung masa bercocok tanam adalah Homo Sapiens dari kelompok bangsa Proto Melayu yang datang dari dataran Asia menuju Indonesiamelali jalan barat (kebudayaan Kapak Persegi) dan jalan timur (kebudayaan Kapak Lonjong). Ketika manusia zaman praaksara mulai mengenal teknik bercocok tanam dan sudah hidup menetap disuatu tempat, maka lahirlah pola kehidupan bercocok tanam dan bertani. hal ini meungkinkan manusia praaksara sudah mampu menghasilkan makanan sendiri dan sudah menempati berbagai wilayah.
Masa ini manusia praaksara sudah menghailkan makanan (food producing), ukan lagi berburu dan mengumpulkan makanan (hunti and food gadhering). Kemampuan menghasilkan makanan tersebut menunukkan manusia praaksala tela bertempat tinggal secara permanen. Tempat tinggal meeka dekat denga sungai, danau, bukit dan hutan serta tempat-tempat yang dekat denga air. Mereka sudah tinggal di gua-gua dan rumah pnngung yang dibangun secara sedehana. Rumah panggung diddirika untk menghindari sranga binatang buas. Pola hidup fod prducing akan selalu diikuti olh pola hidup menetap (sedenter).
sumber :