Macam-Macam Puasa Makruh

Macam-Macam Puasa Makruh

Macam-Macam Puasa Makruh

Macam-Macam Puasa Makruh
Macam-Macam Puasa Makruh

1. Berpuasa pada hari jum’at

Berpuasa hanya pada hari Jum’at saja termasuk puasa yang makruh hukumnya, kecuali apabila ia berpuasa sebelum atau setelahnya, atau ia berpuasa Daud lalu jatuh pas hari Jumat, atau juga pas puasa Sunnat seperti tanggal sembilan Dzuhijjah itu, jatuhnya pada hari Jum’at. Untuk yang disebutkan di akhir ini, puasa boleh dilakukan, karena bukan dengan sengaja hanya berpuasa pada hari Jum’at.
Dalil larangan hanya berpuasa pada hari Jum’at saja adalah: Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Seseorang tidak boleh berpuasa hanya pada hari Jum’at, kecuali ia berpuasa sebelum atau sesudahnya” (HR. Bukhari Muslim).

2. Puasa setahun penuh (puasa dahr)

Puasa dahr adalah puasa yang dilakukan setahun penuh. Meskipun orang tersebut kuat untuk melakukannya, namun para ulama memakruhkan puasa seperti itu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini: Artinya: Umar bertanya: “Ya Rasulallah, bagaimana dengan orang yang berpuasa satu tahun penuh?” Rasulullah saw menjawab: “Ia dipandang tidak berpuasa juga tidak berbuka” (HR. Muslim).

3. Puasa Wishal

Puasa wishal adalah puasa yang tidak memakai sahur juga tidak ada bukanya, misalnya ia puasa satu hari satu malam, atau tiga hari tiga malam. Puasa ini diperbolehkan untuk Rasulullah saw dan Rasulullah saw biasa melakukannya, namun dimakruhkan untuk ummatnya. Hal ini berdasarkan hadits berikut:Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian berpuasa wishal” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, anda sendiri melakukan puasa wishal?” Rasulullah saw bersabda kembali: “Kalian tidak seperti saya. Kalau saya tidur, Allah memberi saya makan dan minum. Oleh karena itu, perbanyaklah dan giatlah bekerja sekemampuan kalian” (HR. Bukhari Muslim).

(Sumber: http://www.tribunnews.com/member/ojelhtcmandiri/)