Lembaga Eijkman kembangkan sel induk pluripoten diinduksi

Lembaga Eijkman kembangkan sel induk pluripoten diinduksi

Lembaga Eijkman kembangkan sel induk pluripoten diinduksi

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman akan mulai mengembangkan sel induk pluripoten diinduksi atau Induced Pluriprotein Stem Cell (IPSC) pada 2019 yang berguna untuk penelitian model penyakit dan pengobatan regeneratif.

“Arahan kepala lembaga itu kita akan fokus ke IPSC tahun ini,”

kata Kepala Laboratorium Stem Cell Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Ita Margaretha Nainggolan saat ditemui Antara, di Jakarta, Jumat.

IPSC adalah sel-sel dewasa yang telah diinduksi oleh faktor-faktor yang membuat sel tersebut menjadi sel induk (punca) yang dapat terus menerus memperbanyak dirinya sendiri dan kembali bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi.

Ita yang juga peneliti talasemia menuturkan sebenarnya sel punca yang paling berpotensi untuk menjadi hampir semua jenis sel di dalam tubuh manusia adalah sel-sel induk embrionik yang berasal dari embrio manusia, namun secara etika, masih menimbulkan perdebatan untuk implementasinya.

Oleh karena itu, IPSC menjadi solusi untuk mendapatkan sel-sel yang akan

memiliki sifat seperti sel punca embrionik atau yang dikenal dengan embryonic-like stem cells, tanpa harus mengambil dari embrio manusia, tapi bisa menggunakan sel-sel dewasa yang telah berdiferensiasi.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan medis saat ini

, maka untuk mendapatkan IPSC dapat dilakukan dengan cara menginduksi empat faktor Yamanaka pada sel-sel yang sudah berdiferensiasi atau sudah dewasa, misalnya sel jaringan ikat kulit (fibroblas) dan sel darah putih mononuklear. Proses ini disebut reprogramming cell.

Empat faktor Yamanaka yang diperkenalkan oleh ilmuwan Jepang yang pertama kali membuat iPSC, terdiri dari Oct3/4, Sox2, KLf4 dan c-Myc.

 

Baca Juga :