Landasan koreksi dalam Islam

Landasan koreksi dalam Islam

Sebuah koreksi terhadap suatu kesalahan dalam Islam didasarkan atas tiga dasar, yaitu:

  1. Tawa shaubil haqqi (saling menasihati atas dasar kebenaran dan norma yang jelas). Tidak mungkin sebuah pengendalian akan berlangung dengan baik, tanpa norma yang jelas. Norma dan etika itu harus jelas. Norma dan etika itu tidak bersifat individual, tetaeapi harus dispakati bersama dengan aturan-aturan main yang jelas. Sebagai contoh, disepakati bahwa semua pegawai masuk kantor jam 08.00 WIB dan keluar kantor pukul 17.00 WIB.
  2. Tawa shaubis shabri (saling menasihati atas dasar kesabaran). Pada umumnya, seorang manusia seringmengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Oleh karena itu, koreksi yang diberikan pun harus berulang-ulang. Di sinilah pentingnya kesabran.
  3. Tawa shabil marhamah (saling menasihati atas dasar kasih sayang). Hal ini di tetapkan dalam Al-Quran dalam surat Al-Balad ayat 17

“dan Dia (tidak pula) Termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang”

Tujuan melakukan pengawasan, pengendalian dan koreksi adalah mencegah seseorang terjerumus pada sesuatu yang salah. Tujuan lainnya adalah agar kualitas kehidupan terus meningkat. Inilah yang dimaksud dengan tausyiah.

baca juga :