Kumpulan Puisi Nelayan

Kumpulan Puisi Nelayan

Kumpulan Puisi Nelayan

Kumpulan Puisi Nelayan
Kumpulan Puisi Nelayan

Di Neagra-negara berkembang seperti di asia tenggara dan juga afrika, Saat ini masih banayak Nelayan-nelayan yang menggunakan peralatan yang sangat sederhana dalam menangkap ikan.

Berikut merupakan kumpulan puisi untuk nelayan:

Nelayan Tua

Angin laut berhembus lembut
Bersenandung merdu
Menandaskan kisah
Keluh kesah mencri nafkah
Yang berjuang tampa mengharap sedekah

Menerjang ombak menantang maut
Demi mendapat sekeranjang harta
Harta amis yang sangat berharga
Sebagai penyambung nyawa keluarga

Yang setia di peraduan
Senantiasa menunggu dan ber do’a
Untuk keselamatan dan kelencaran
Demi mereka engkau rela taruhkan nyawa

Mengharap semuanya
Senyum iklas membuatmu bahagia
Sang nelayan tua penakluk lautan

Nelayan

Rakit berayun sopan
Di iringi perahu papan
Dengan nahkoda berpakaian hitam
Membela laut menuju harapan

Hujan dan panas menjadi teman setia
Gelombang dan angin menjadi hiburan
Demi harapan yang setumpuk
Mendapatkan ikan dan udang
Demi anak istri yang menanti

Wahai Nelayan…
Menjalankan kerja dengan iklas
Membantu para konglomerat mengisi perut
Yang tak pernah brontak dan protes
Demi nasibb yang tak kunjung membaik
Di sertai hidup yang Berpas-pasan

Untuk Seorang Nelayan

Berlari dalam gelisah menerjang badai
Engkau tahu harapan belum sirna
Sempatkah kau menatap awan lagi
Tak kala debur ombak masih meneriakkan asa

Engkau bertarung bersama tentara kecil dan besar
Basah kuyup tertepa laut asin
Menyatu dengan peluh dan rintih

Berdiri sendiri…
Di bawah layar terkembang
Wahai samudra kaulah tinta bagi hidupya
Ceritakanlah kembali Hari-harinya dalam sonata yang indah

Dalam simponi ombak yang meliuk kesana kemari
kau pentaskan sebuah panggung abadi
Memang Sungguh…
Aku tak sabar menanti dan menunggunya
Tak lupa pula lengkungan senyumnya
Berjalan sabar menyisir teluk senja
Saat matahari beristirahat sejenak dari pekerjaanya

Siapakah namamu yang sebenarnya
Bermain dengan dadu tuhan di neraka dunia
Di tempat yang dalam sedalam gubuk hades
Dan tempat yang gelap, Segelap hati yng tak tenang

Telah ku baca ceritamu
Telah kulukis kisahmu
Samudrapun kehabisan tinta untuk merangkumkan hidupmu
Kini ku sadari….
Hidup tak selalu semanis madu
Terkadang seasin ombak laut yang menerjang batu

 

Baca juga artikel: