Kata Sakral

Kata Sakral

Kata Sakral

Kata Sakral
Kata Sakral
Kalo diinget dari awal belum nentuin judul sampe kemarin hari yang mendebarkan bnr2 bisa jadi kenangan indah.
Yap, mungkin kalo diinget gimana perjuangan kami dari awal untuk berjuang dapet 1 kata sakral yaitu “LULUS”.
Beragam cara untuk mendapatkan 1 kata itu. Ada yang dimudahkan sama dosen pembimbing, ada yang revisi ga berhenti2 (Ngaca), dan ada yang dengan hanya beberapa kali bimbingan saja langsung ACC.
Bukan hanya itu, mungkin yang dikorbankan bukan hanya fisik dan mental tapi materil juga, kenapa w bilang gitu karena buat w pribadi yang sedang merapihkan berkas2, ternyata lebih dari 1 rim kertas penuh dengan coretan hanya untuk revisi dan revisi. Fisik? tentu itu! Karena tentu semua yang berjuang pasti merasakan yang namanya “BEGADANG” malah mungkin sampai tidak tidur karena mengejar waktu. Kalo mental juga pasti apalagi saat2 orang yang punya kuasa memberikan kata ACC itu(Baca DP) menyuruh menambahkan bahan, revisi program, atau revisi penulisan, itu cukup membuat mental kadang tidak stabil. Namun Itu semua kami jalani. Yap demi 1 kata sakral itu “LULUS”.
Sampai saatnya tiba hari eksekusi, hari dimana yang menentukan apakah kita bisa mendapatkan 1 kata itu.
Semua teman-teman baik yang skripsi dan non skripsi berjuang, dengan muka pucat mereka semua memegang kertas atau laptop untuk mengulang apa yang telah dibuat untuk jalur skripsi dan apa yang harus ia pelajari untuk jalur non skripsi. Mungkin ada sebagian orang yang malemnya tidak bisa tidur atau mengalami gejala2 aneh menjelang hari eksekusi. (Ngaca),haha.Saat mendapat surat keputusan siapa dosen yang akan menguji adalah 1 hal yang membuat perasaan campur aduk. Namun, ada yang lebih membuat campur aduk ketika menunggu giliran. Hah menunggu itu memang butuh kesabaran, setuju? hehe. Malah buat beberapa orang saking kelamaan menunggu perasaan yang tadinya deg2an jd hilang begitu aja waktu sampe ruang eksekusi, itu yang w dan temen2 w alami kemarin.
Daaaannn hasilpun akhirnya diumumkan. SMS demi SMS bermunculan menanyakan bagaimana hasilnya namun saat itu rasa cemas dan deg2an masih menggelayut. Sampai tiba saatnya diumumkan bahwa kami berhasil mendapatkan 1 kata sakral itu “LULUS”. Ya Allah, saat itu perasaan senang dan sedih bercampur aduk, ingin rasanya segera menelepon orang tua memberikan kabar bahagia ini.
Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan 1 kata sakral itu. Yang pertama buat w adalah usaha usaha dan usaha yang maksimal, karena ga ada sesuatu yang ga mungkin di dunia ini kalo kita ga berusaha tapi jangan lupa juga usaha kita akan sia2 kalo ga diiringin sama DOA. Baik itu DOA dari orang tua ataupun doa dari orang sekeliling kita. Tapi yang w tau doa orang tua lah yang paling diijabah apalagi seorang ibu, karena ridho Allah ada pada ridho orang tua. Selain itu, jangan ragu untuk membantu orang2 di sekitar kita, jangan pelit2 ilmu deh, karena kepintaran itu rahmat yang datangnya dari Allah, kita sebagai manusia harus saling membagi mengajarkan. Ga ada salahnya toh membuat orang di sekeliling kita bahagia. 😀 Yang penting apapun hasilnya yang dikasih Allah nanti wajib kita syukuri seperti di surat Ar Rahmaan “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” dalam 1 surat ada 33 kali ayat itu terulang. Subhanallah.
So, semangat buat yang lain yang masih berjuang untuk mendapatkan 1 kata sakral “LULUS”. Semoga Allah memberikan kesuksesan kepada kita semua. Amiin. Semangaaaaaattt!