IPN Tingkatkan Minat Masyarakat Papua Belajar Pertambangan

IPN Tingkatkan Minat Masyarakat Papua Belajar Pertambangan

IPN Tingkatkan Minat Masyarakat Papua Belajar Pertambangan

IPN Tingkatkan Minat Masyarakat Papua Belajar Pertambangan
IPN Tingkatkan Minat Masyarakat Papua Belajar Pertambangan

Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) berkomitmen tingkat keahlian masyarakat

Papua di bidang pertambangan.

Institut yang hadir untuk menyiapkan tenaga terampil dan kompeten di sektor pertambangan ini menempati lahan seluas 6 hektare di kawasan Light Industrial Park (LIP) PT Freeport Indonesia.

IPN hadir sebagai salah satu perwujudan komitmen PT Freeport Indonesia untuk ikut mengembangkan kapasitas masyarakat Papua, lebih khusus lagi masyarakat asli yang tinggal di area operasi PTFI.

Dengan mempertimbangkan pengembangan jangka panjang tenaga kerja asal Papua,

sistem pelatihan di IPN dibuat berbasis kompetensi kelas dunia sebagai dukungan terhadap program magang, pramagang, dan pendidikan orang dewasa. Program-program ini memberikan prioritas kesempatan pengembangan dan pekerjaan untuk warga asli Papua yang memenuhi syarat.

Senior Manajer IPN Soleman Faluk mengatakan, kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertambangan masih selalu terbuka sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, termasuk untuk Freeport Indonesia.

“IPN hadir sebagai jembatan untuk mendukung pemerintah dalam pengadaan sarana

dan prasarana pendidikan yang berkualitas, serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang handal di Papua,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (30/3).

Kondisi itu terkait dengan kinerja pertambangan di Indonesia yang membaik dari hari ke hari. Sektor yang memberikan sumbangan signifikan terhadap perekonomian Indonesia ini sangat dipandang dalam perekonomian dunia.

Pelibatan masyarakat setempat sebagai tenaga terampil oleh Freeport Indonesia dipandang akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih tinggi.

“Kami berupaya sekuat tenaga agar masyarakat setempat dapat dilatih dan memiliki kapabilitas yang baik agar dapat terserap dalam operasi pertambangan Freeport Indonesia serta bisa bekerja dalam operasi pertambangan di perusahaan manapun,” ujar Soleman.

Masyarakat harus ikut ambil bagian dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan keterampilan serta tehnologi, mereka sebagai subyek pembangunan, ikut berpartisipasi aktif membangun diri mereka. Mereka tidak menjadi obyek yang dibangun tanpa adanya dorongan untuk maju bersaing dengan saudara-saudara kita dari luar Papua.

“Nemangkawi menjadi salah satu lembaga yang berperan membangun dan memajukan SDM Papua menjadi para professional di dunia kerja mereka,” tandas Soleman.

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/