Fungsi Keluarga 

Fungsi Keluarga 

Fungsi Keluarga

Fungsi Keluarga 
Fungsi Keluarga

Menurut Berns (2004), keluarga memiliki lima fungsi dasar, yaitu :
1. Reproduksi, keluarga bertugas untuk mempertahankan populasi yang ada di dalam masyarakat.
2. Sosialisasi/edukasi, keluarga menjadi tempat untuk transmisi nilai, keyakinan, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan teknik dari generasi yang lebih muda.
3. Penugasan peran social. Keluarga memberikan identitas pada para anggotanya seperti ras, etnik, religi, social ekonomi, dan peran gender.
4. Dukungan ekonomi. Keluarga menyediakan tempar berlindung, makan, dan jaminan kehidupan.
5. Dukungan emosi/pemeliharaan. Keluarga memberikan pengalaman interaksi social yang pertama bagi anak, interaksi yang terjadi bersifat mendalam, mengasuh dan berdaya tahan sehingga memberikan rasa aman pada anak

Keberfungsian keluarga dapat dinilai dari tingkat kelentingan (resiliency) atau kekukuhan (strength) keluarga dalam menghadapi tantangan.

1. Kelentingan keluarga

Kelentingan adalah kemampuan keluarga untuk bertahan dan kembali kepada keadaan semula pada saat terjadi kemalangan. Kelentingan merupakan proses yang dinamis yang mencakup adaptasi yang positif pada saat terjadi kemalangan.
Berikut adalah proses kunci kelentingan keluarga, yaitu :
a. Sistem kepercayaan keluarga: pemaknaan keluarga terhadap kemalangan, kenelangsaan dan keterpurukan; pandangan positif terhadap kejadian; dan kesadaran serta spiritualitas.
b. Pola organisasi: menelaah struktur dan dukungan keluarga. Pola organisasi berkaitan dengan sumberdaya sosial ekonomi, fleksibilitas dalam situasi tertentu, dan mempertimbangkan keberlanjutan.
c. Proses komunikasi: kemampuan keluarga memecahkan masalah. Proses komunikasi terdiri dari kejelasan, ekspresi emosi secara terbuka, dan kolaborasi penyelesaian masalah.

Ciri-ciri keluarga yang memiliki kelentingan tinggi, yaitu :

a. kompeten dalam pengambilan keputusan yang tepat
b. mampu mengantisipasi situasi yang tidak dikehendaki
c. mampu beradaptasi terhadap perubahan yang tiba-tiba dan dapat mengguncang keluarga
d. kompeten dalam penyelesaian masalah
e. mampu memulihkan situasi yang tidak dikehendaki

Baca Juga: Fungsi Lembaga Keluarga

cara meningkatkan kelentingan keluarga?

a. Meningkatkan keterikatan dan kebersamaan keluarga dengan meningkatkan kebiasaan merayakan hal-hal penting bagi keluarga, tradisi keluarga; rutinitas keluarga dan waktu keluarga, dan lebih memaknai rutinitas dan kebersamaan keluarga.
b. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas aktivitas seluruh keluarga, meningkatkan kemampuan keluarga dalam pengelolaan sumberdaya keluarga.
c. Meningkatkan nilai agama, terutama makna dari setiap kejadian dan takdir.
d. Memperbanyak aset yang bisa menjadi faktor pelindung ketika keluarga menghadapi stress.

2. Kekukuhan keluarga

Kekukuhan keluarga merupakan kualitas relasi di dalam keluarga yang memberikan sumbangan bagi kesehatan emosi dan kesejahteraan keluarga.berikut karakteristik bagi keluarga yang kukuh, yaitu :
a. Memiliki komitmen
b. Terdapat ketersediaan untuk mengungkapkan apresiasi
c. Terdapat waktu untuk berkumpul bersama
d. Mengembangkan spiritualitas
e. Menyelesaikan konflikserta menghadapi tekanan dan krisis dengan efektif
f. Memiliki ritme