Dukungan Terhadap Lansia

Dukungan Terhadap Lansia

Dukungan Terhadap Lansia

Dukungan Terhadap Lansia

  • Dukungan Keluarga

Studi-studi tentang dukungan keluarga telah mengkonseptualisasikan dukungan sosial sebagai koping keluarga (Friedman, 1985: Stez et al, 1986 dalam Friedman, 1998). Dukungan sosial keluarga merupakan bantuan penting guna membantu keluarga yang sedang mengalami kondisi tertentu yang berkaitan dengan masalah yang akan muncul dalam keluarga. Dukungan sosial keluarga sebagai suatu proses hubungan antara keluarga dan lingkungan sosialnya (Friedman, Bowden & Jones, 2003).


Dukungan keluarga dalam kapasitas perkembangan keluarga adalah bertujuan untuk mengatur dan mengatasi adanya periode krisis dan adanya kondisi stres kronik dalam keluarga (Kaakinen et al., 2010). Selanjutnya Kaakinen menyatakan bahwa kondisi ini dapat berkontribusi dan mempengaruhi kesejahteraan anggota keluarga. Hasil penelitian MaZumdar (2004) pada lansia yang tinggal dengan anak-anaknya menyatakan bahwa 71,5% lansia dengan kondisi kesehatan yang baik. Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan lansia yang tinggal dengan keluarga dipengaruhi dukungan yang kuat dari keluarga.


Dukungan keluarga merupakan sebuah proses yang terjadi sepanjang masa kehidupan, sifat dan jenis dukungan akan berbeda dalam tahap-tahap siklus kehidupan manusia. Dalam setiap tahap siklus kehidupan, dukungan keluarga membuat keluarga mampu berfungsi denga berbagai hal dan akibatnya adalah meningkatnya kesehatan dan adaptasi keluarga (Friedman, Bowden & Jones, 2003). Secara lebih spesifik, keberadaan dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh dari penyakit, dan untuk kalangan kaum tua atau lansia dapat meningkatkan fungsi kognitif, fungsi fisik dan menunjang kesehatan emosi (Ryan & Austin, 1989 dalam Friedman, Bowden & Jones, 2003).


Penelitian yang dilakukan oleh Lam dan Boey (2004) menyatakan bahwa 24,7% lansia mengalami gangguan kesehatan mental dan 29,7% mengalami depresi. Kondisi yang dialami oleh lansia berhubungan dengan kondisi lansia meliputi lingkungan tempat tinggal lansia, ketersediaan pemberi bantuan atau pemberi pelayanan pada lansia dan kurangnya dukungan keluarga pada lansia.


Menurut Caplan (1976 dalam Friedman, Bowden & Jones, 2003) bahwa keluarga memiliki fungsi pendukung. Fungsi dukungan tersebut meliputi dukungan informasional dimana keluarga berfungsi sebagai pencari dan dan menyampaikan informasi, dukungan emosional dimana keluarga berfungsi membantu dalam penguasaan emosional, dukungan kongkrit yang berupa dukungan langsung termasuk bantuan finansial, dukungan untuk perawatan anak, perawatan fisik lansia, berbelanja dan melakukan tugas rumah tangga dan dukungan penghargaan dimana keluarga memberikan umpan balik pada anggota keluarga. Dukungan keluarga sebagai suatu proses hubungan antara keluarga dan lingkungan sosial (Kaakinen et al., 2010).


  • Dukungan sosial

Didefinisikan sebagai pertukaran informasi pada tingkat interpersonal yang memberikan dukungan emosional, dukungan harga diri, dukungan jaringan, dukungan penilaian dan dukungan atruistic. Dukungan sosial yang dievaluasi oleh individu dan manfaat supportif saat dievaluasi oleh individu atau keluarga (Friedman, Bowden & Jones, 2003).


Secara umum dapat diterima bahwa orang yang hidup dalam lingkungan yang bersifat supportif, kondisinya jauh lebih baik daripada yang tidak memiliki keuntungan ini. Secara lebih spesifik dinyatakan bahwa dukungan sosial dianggap dapat melemahkan kesehatan mental individu dan keluarga (Friedman, 1998).


Sumber: https://7regentlane.com/2020/04/tiny-miners-apk/