Dies Natalis ke-39 Unisri, 3 Dalang Akan Pentas Kolaborasi

Dies Natalis ke-39 Unisri, 3 Dalang Akan Pentas Kolaborasi

Dies Natalis ke-39 Unisri, 3 Dalang Akan Pentas Kolaborasi

Dies Natalis ke-39 Unisri, 3 Dalang Akan Pentas Kolaborasi
Dies Natalis ke-39 Unisri, 3 Dalang Akan Pentas Kolaborasi

Setelah kurang lebih 10 tahun Universitas Slamet Riyadi (Unisri)

Surakarta tidak pernah menggelar pagelaran wayang kulit, Sabtu (22/6/2019) bertempat di halaman auditorium Unisri, akan pentaskan kembali pertunjukkan wayang kulit.

Demikian diungkapkan Direktur Pasca Sarjana Unisri, Dr. Wibowo Murti Samadi, SH, MS, selaku Panitia Dies Natalis Unisri ke-39 Sie Pentas Wayang Kulit, disela-sela gladi bersih, Rabu malam (19/6-2019).
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

“Kita akan kembali hidupkan tradisi wayangan yang sudah sepuluh tahun ini

ditinggalkan yaitu pentas wayang kulit untuk menyemarakkan acara dies. Sekaligus nguri-uri dan melestarikan budaya jawa yang adi luhung,” paparnya sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Lebih lanjut, Wibowo Murti Samadi menyampaikkan pentas akan mengambil lakon Sesaji Raja Soya dengan menampilkan tiga dalang, yaitu Ki Gunapati Wibowo nama pentas dari Direktur Pasca Sarjana, Wibowo Murti Samadi, dosen prodi PGSD Ki Winarto, S. Sn, SPd, MSn dan Dalang Remaja Ki Fajar Rahmat dari komunitas Ondo Rante.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

“Pemilihan lakon disesuaikan dengan kondisi kekinian. Sesaji Raja Soya menggambarkan watak angkara murka dan rakus terhadap kekuasaan, namun hancur lebur oleh kejujuran dan integritas,” tuturnya.

Pentas kolaborasi sengaja dilakukan untuk menggali potensi berkesenian

dilingkungan Unisri, serta untuk membangkitkan kecintaan civitas akademika Unisri terhadap seni tradisi.
Baca Juga : Pendidikan Karakter Dapat Dilakukan Melalui Dasa Dharma Pramuka

“Mencintai budaya tidak sekedar retorika, namun benar-benar dilakukan dengan tindakan nyata,” pungkasnya. suhamdani

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?pakguru