Cara Budidaya Tanaman Terong Dalam Pot

Cara Budidaya Tanaman Terong Dalam Pot

Cara Budidaya Tanaman Terong Dalam Pot

Cara Budidaya Tanaman Terong Dalam Pot
Cara Budidaya Tanaman Terong Dalam Pot
  1. Persemaian

    Untuk memperoleh hasil yang optimal, benih terong sebaiknya berasal dari benih hibrida. Benih tersebut diperam dengan menggunakan kertas basah atau handuk lembab selama +/- 24 jam. Di saat yang sama, media semai kita persiapkan dengan cara mencampur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Media tanam hasil campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag berukuran: tinggi 8 cm dan diameter 5 cm.

  1. Pembibitan

    Seperti penjelasan di atas, pembibitan dilakukan dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10 -15 menit. Benih tersebut kemudian dibungkus dengan kertas basah atau handuk basah atau gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam, sebelum disebar di atas lahan persemaian, dan ditutup dengan menggunakan daun pisang/ penutup lainnya. Begitu benih mulai terlihat berkecambah, buka penutupnya, dan siram persemaian setiap pagi dan sore hari. Jika dibutuhkan, pada saat pembibitan tersebut dapat pula dilakukan penyemprotan pestisida. Benih siap untuk dipindah tanamkan jika sudah memiliki daun empat helai dengan umur sekitar 1 sampai dengan 1,5 bulan.

  1. Persiapan Lahan

    Dalam fase persiapan lahan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan seperti:

  2. Membalik tanah

    Balikan tanah yang akan digunakan untuk media tanam dengan menggunakan cangkul atau bajak agar lapisan tanah di bagian atas pindah ke bawah dan tanah lapisan bawah pindah ke atas.

  3. Setelah lapisan tanah dibalik, lahan tanam kemudian diairi dengan cara menggenangi lahan tersebut secara merata selama 3-5 jam. Agar pembuatan bedengan lebih mudah, lakukan pembajakan untuk yang kedua kalinya.
  4. Setelah dibajak, berikanlah pupuk dasar di atas lahan penanaman, sebanyak 15/kg pupuk kandang, dan 10 – 15 kg dolomit sebanyak untuk setiap 10 m2 lahan tanam. Dapat pula ditambahkan pupuk urea dengan dosis 2,5 kg, SP-36 3 kg, serta KCl 1,5 kg untuk setiap 10 tanaman. Pupuk NPK juga dapat diberikan dengan dosis 3 kg/10 tanaman.
  5. Setelah mencampur tanah dengan pupuk, selanjutnya dibuat bedengan-bedengan berbentuk single row (satu baris satu tanaman) dengan jarak tanam 75 cm

 

  1. Penanaman

    Buatlah lubang-lubang tanam pada bedengan sedalam 10-15 cm untuk menanam benih yang telah disemai selama 25 hari. Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah munculnya 3-4 lembar daun sempurna dengan ketinggian batang mencapai 7,5 cm. Lakukan penanaman pada sore hari setelah dilakukan penggenangan. Maksud dilakukannya penggenangan adalah untuk memudahkan pemindahan serta membantu tanaman dalam melewati masa adaptasi pertumbuhan awal.

Bibit yang telah dimasukkan ke dalam lubang selanjutnya ditekan pelan-pelan ke bawah seraya ditimbun dengan tanah yang ada di sekitar lubang sebatas pangkal batang. Siramlah lubang tanam hingga cukup basah (lembab). Agar bibit yang baru ditanam tersebut terbebas dari serangan hama, berikanlah insektisida.

  1. Pemasangan Ajir(Turus)

    Turus dibuat dari bambu/ kayu dengan tinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm. Turus ditancapkan di dekat batang, dan batang tanaman diikat pada turus tersebut agar memiliki kekuatan saat harus menanggung beban yang berat yang berasal daribuah terong yang kelak dihasilkan. Pemasangan turus dilakukan sedini mungkin agar tidak mengganggu sistem akar pada tanaman terong.

  1. Pemeliharaan

    Dalam fase pemeliharaan terdapat beberapa fase dan hal yang perlu diperhatikan, seperti :

  2. Penyiraman

    Pada fase awal pertumbuhan dan pada cuaca kering, penyiraman harus dilakukan setiap hari, baik dengan cara menyiram batang tumbuhan maupun dengan memasukkan air ke lahan tanam selama beberapa jam. Jika memasukkan air ke lahan tanam atau direndam, tanah biasanya akan tetap basah selama 3 – 4 hari, kecuali tanah yang strukturnya mengandung banyak pasir.

  3. Penyulaman

    Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati, terserang hama penyakit, atau pertumbuhannya menjadi tidak normal seperti biasanya.  Untuk melakukan penyulaman bisa dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari.

  4. Penyiangan

    Untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman dapat dilakukan penyiangan dengan cara dicabut. Penyiangan dilakukan minimal dua kali, yakni ketika tanaman berumur 15 hari serta 60-75 hari setelah tanam.

  5. Pemupukan

    Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk ZA 2.5 – 3 gram, SP-36 2.5 – 3 gram, KCl 1-1.5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diletakkan di pinggir tanaman dengan jarak dari pangkal batang sejauh 10 cm. Pemberian pupuk susulan kedua dilakukan pada 50 hari setelah tanam dengan menggunakan NPK Grand S-15 dosis 8-10 gram pertanaman. Setelah panen yang kedua, pemupukan kembali dilakukan dengan masih tetap menggunakan NPK Grand S-15 dosis 10 gram pertanaman.

  1. Masa Panen

    Ketika umur tanaman 30 hari setelah tanam atau 15 – 18 hari setelah munculnya bunga, tanaman terong sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya. Ciri-ciri dari terong yang siap panen adalah:

– Memiliki warna buah mengkilat,
– Daging belum terlalu keras,
– Berukuran sedang (tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil)

Buah terong dapat dipanen seminggu dua kali, sehingga dalam satu musim total pemanenan dapat dilakukan 8 kali. Setiap tanaman biasanya berpotensi untuk menghasilkan buah sekitar 21 buah. Pasca pemanenan ke delapan terkadang masih ada tanaman yang menghasilkan buah, namun produktifitasnya mulai turun baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Baca Artikel Lainnya: