Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan

Ramadhan Utamanya Bulan Hijriah

Ramadhan merupakan sayyidus syuhur atau paling utamanya bulan-bulan Hijriah. Amal ibadah yang dikerjakan di bulan Ramadhan mempunyai nilai berlipat ganda, baik amal ibadah yang bersifat wajib ataupun sunnah. Awal dari bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya merupakan kebebasan dari neraka.

Sebagaimana Allah telah memuliakan sebagian manusia lebih dari yang lainnya, sebagian tempat lebih dari tempat lainnya, Allah ta’ala juga telah memuliakan dan memberkahi bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Bulan ini merupakan even akhirat, di mana pada bulan ini hamba-hamba Allah yang soleh akan saling berlomba-lomba untuk meraih kemuliaan akhirat, mendapatkan kemenangan dan mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Mereka melakukan puasa ramadhan di siang hari, shalat tarawih di malam hari, dan memperbanyak membaca al-Qur’an. Mereka melakukan berbagai macam ketaatan dan menjauhi maksiat karena mengharapkan pahala yang besar dan berbagai keutamaan di bulan ini.

Penjelasan

Kitab An-Nashoihu Ad-Diniyyah 37 menyatakan, “Barang siapa bertaqorrub (beribadah) kepada Allah di bulan Ramadhan dengan satu ibadah fardlu, maka nilai pahalanya sebanding dengan tujuh puluh ibadah fardlu pada selain bulan Ramadhan. Dan barang siapa mengerjakan satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan, maka nilai pahalanya sebanding dengan satu ibadah fardlu pada selain bulan Ramadhan”. Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa suka (lega hati) atas datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Bulan suci ramadhan merupakan bulan suci umat Islam, bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan dari Allah. Di bulan Ramadhan Allah SWT membuka lebar-lebar pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka dan membelenggu tangan-tangan syaithan. Andaikan manusia tahu keutamaan bulan Ramadhan maka mereka akan mengharapkan seluruh bulan menjadi Ramadhan.

Pengertian Puasa

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa adalah perisai, maka janganlah dia berkata kotor dan bertindak dungu. Kalau pun ada orang yang mencela atau mencaci maki dirinya hendaknya dia katakan kepadanya dua kali, “Aku sedang puasa.”. Demi Dzat yang jiwaku berada di kekuasaan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi. (Allah berfirman) ‘Dia rela meninggalkan makanannya, minumannya, dan keinginan nafsunya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Setiap kebaikan itu pasti dilipatgandakan sepuluh kalinya”. (HR. Bukhari)

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa Allah SWT memberikan lima keistimewaan bulan ramadhan terhadap umat Muhammad (Ummat Islam), yaitu: Malam pertama bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada umat Muhammad yang berpuasa. Dan siapapun orangnya yang mendapat rahmat Allah, maka selamanya tidak akan mendapatkan adzab-Nya.

Orang Berpuasa

Para Malaikat memintakan ampun untuk umat Muhammad SAW.
Bau mulutnya orang yang berpuasa lebih baik dari pada keharumannya minyak misik.
Allah SWT menjadikan kekasih terhadap orang-orang yang berpuasa, dan menyiapkan fasilitas surga untuknya.
Semua dosa-dosanya umat Muhammad yang berpuasa diampuni oleh Allah SWT.

Demikian uraian tentang bulan ramadhan semoga bermanfaat. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/