Aspek Menyeluruh

 Aspek Menyeluruh

 Aspek Menyeluruh

 Aspek Menyeluruh

Dalam silabus dan pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya menunjukkan keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotori) seperti dalam taksonomi Bloom. Pada gambaran silabus tersebut tujuan Psikomotorik lebih banyak ditonjolkan, tujuan  psikomotorik (yang terdiri dari meniru, menggunakan, ketepatan, merangkaikan dan naturalisasi) sudah terpenuhi. Karena pada pembelajaran kali ini akan lebih banyak menekankan pada sikap dan perilaku dalam pergaulan remaja, sehingga dalam pergaulan remaja nanti tidak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Selain itu aspek kognitif dan juga afektif juga sudah terpenuhi. Karena dalam pembelajarannya juga terdapat beberapa materi sebagai penambah wawasan pengetahuan bagi para siswa dan untuk pedoman dalam pergaulannya pada masa remaja nanti

9)      Aspek Efektif

Komponen-komponen silabus cukup menggambarkan keterlaksanaan silabus tersebut dalam proses pembelajaran. Namun untuk komponen penilaian tes yang dikembangkan belum menunjukkan efektifitas guru dalam mengumpulkan informasi tentang tingkat penguasaan materi pelajaran siswa yang diajarnya atau efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Artinya skala yang digunakan oleh guru dalam menilai hasil belajarnya hanya berdasarkan tujuan kognitif saja, sementara itu penilaian tentang tujuan afektif dan psikomotorik belum dimunculkan. Proses pembelajaran dapat berlangsung efektif manakala dilaksanakan oleh guru profesional dan dijiwai semangat profesionalisme yang tinggi. Guru professional adalah guru yang memiliki keahlian yang memadai, rasa tanggung jawab yang tinggi serta memiliki rasa kebersamaan. Mereka mampu melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai pendidik dan bertanggung jawab mempersiapkan siswa bagi perannya dimasa depan. S. Nasution dalam bukunya M. Saekhan Muchith menjelaskan bahwa pembelajaran yang efektif tidak cukup hanya ditentukan oleh kemampuan atau kualitas guru saja, tetapi juga ditentukan oleh berbagai elemen atau faktor secara simultan. Oleh sebab itu dalam melaksanakan pembelajaran guru dituntut memiliki kemampuan untuk melaksanakan perencanaan atau persiapan yang matang. Salah satu perencanaan harus didasarkan atas kondisi atau potensi yang dimiliki oleh siswa.

baca juga :