Alat pembayaran luar negeri

Alat pembayaran luar negeri

Alat pembayaran luar negeri

Alat pembayaran luar negeri

Alat pembayaran luar negeri  disebut devisa. Pada dasarnya devisa diperoleh apabila suatu negara :

  1. Melakukan ekspor
  2. Mendapat pinjaman dari luar negeri, seperti pinjaman dari CGI
  3. Mendapat bantuan dari luar negeri berupa bantuan program, seperti bantuan dari UNICEF, FAO, UNDP, IMF dan lembaga-lembaga PBB lainnya
  4. Mendapat hibah, seperti GRAND, atau hibah dari lembaga-lembaga sosial seperti Palang Merah Internasional, dan sebagainya.

Alat pembayaran luar negeri berupa valuta asing ( mata uang asing ) yang bersifat convertible ( convertible money = uang yang laku di berbagai negara ), seperti : Dollar Amerika Serikat, Foundsterling Inggris, Mark Jerman dan Yen Jepang. Alat pembayaran luar negeri yaitu terdiri atas :

  1. Wesel luar negeri
  2. Telegrafic transfer
  3. Letter Of Credit ( L/C )
  4. Emas murni ( emas batangan )
  1. Sistem kurs valuta asing

Kurs adalah harga sebuah mata uang dari suatu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya ( Paul R Krugman dan Maurice : 1994 ). Kurs adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, maka akan mendapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut ( Nopirin : 1996 ). Kurs atau nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya ( Salvator : 1997 ).

Kurs valuta asing adalah pebandingan mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau dapat juga disebut sebagai harga yang dibayarkan untuk satu unit mata uang asing, contohnya untuk mendapat uang US $ 1 harus membayar sejumlah Rp. 2.270, artinya kurs rupiah terhadap Dollar USA adalah Rp. 2.270 berbanding US $ 1, dari contoh tadi dapat disimpulkan bahwa kurs dipakai untuk memudahkan (mentransfer) nilai mata uang dalam negeri ke dalam nilai mata uang asing.

Uang asing diperdagangkan di pasar valuta asing yang disebut bursa valuta asing. Bursa valuta berperan penting dalam perdagangan internasional, sebab bursa valuta asing berfungsi sebagai berikut :

  1. Mentransfer daya beli mata uang, misalnya daya beli rupah menjadi daya beli Yen (mata uang Jepang)
  2. Menyediakan kredit bagi perdagangan internasional serta memperlancar perdagangan internasional
  3. Memberikan fasilitas-fasilitas pembatasan risiko valuta asing (hedging)

Karena valuta asing sebagai barang dagangan, maka tidak heran jika nilainya sangat dipegaruhi oleh permintaan dan penawaran. Semakin tinggi kurs valuta asing berarti kedudukan mata uang itu semakin kuat di dunia internasional. Sebaliknya jika kurs mata uang turun, bearti keudukan mata uang itu semakin lemah dan mata uang dalam negeri semaki menguat.

sumber :

Sudden Assassin (Tap RPG) 1.1.2 Apk + Mod