Akhlak Yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah)

 Akhlak Yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah)

Akhlak mahmudah adalah etika perilaku manusia yang mencerminkan sifat yang terpuji terhadap manusia,Allah SWT maupun terhadap lingkungan hidup. Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat- sifat yang baik juga,oleh karena itu dalam jiwa manusia dapat menelurkan perbuatan- perbuatan lahiriyah yang baik.

Baik dalam bahasa Arab disebut Khoir, dalam bahasa inggris disebut good . dalam beberapa kamus dan ensiklopedia diperoleh pengertian baik sebagi berikut:

  1. Baik berarti sesuatu yangh telah mencapai kesempurnaan.
  2. Baik berarti sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan sebagainya.
  3. Baik berarti sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan dan memberikan kepuasan
  4. Baik berarti sesuatu yang sesuai dengan keinginan.
  5.   Sesuatu yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberikan perasaan sengan atau bahagia, bila ia dihargai secara positif.

Al-Ghazali menerangkan bentuk keutamaan akhlak mahmudah yang dimilki seseorang misalnya sabar, benar dan tawakal, itu dinyatakan sebagai gerak jiwa dan gambaran batin seseorang yang secara tidak langsung menjadi akhlaknya. Al-ghazali menerangkan adanya pokok keutamaan akhlak yang baik, antara lain mencari hikmah, bersikap berani, bersuci diri, berlaku adil.[1]

Keutamaan akhlak yang baik juga terdapat dalam hadist Nabi,

ماَ مِنْ شَيْءٍ أَ ثْقَلُ فِى مِيْزَا نِ الْعَبْدِ  يَوْ مَ القِياَ مَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُق

Artinya:”Tiada sesuatu apapun yang paling berat pada timbangan setiap hamba pada hari kiamat, selain akhlak yang baik”.

  1.  Macam –Macam Akhlak Terpuji
  2. Ikhlas : Kata ikhlas Menurut al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan dari pengaruh-pengaruh makhluk.
  3.  Amanah : Secara bahasa amanah bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan) sedangkan secara definisi amanah berarti memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya.
  4. Adil : Adil berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain ialah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah.
  5. Bersyukur : Syukur menurut kamus “Al-mu’jamu al-wasith” adalah mengakui adanya kenikmatan dan menampakkannya serta memuji (atas) pemberian nikmat tersebut.Sedangkan makna syukur secara syar’i adalah : Menggunakan nikmat AllahSWT dalam (ruang lingkup) hal-hal yang dicintainya.
  6. Husnuzzan : berprasangka baik terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dan orang lain atau disebut juga positive thinking.
  7. Rela berkorban : rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi seseorang.
  8. Ridho : suka, rela dan senang. Konsep ridho kepada Allah mengajarkan manusia untuk menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita.
  9. Sabar : tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
  10. Tawakal : berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu pekerjaan.

Akhlak mahmudah adalah etika perilaku manusia yang mencerminkan sifat yang terpuji terhadap manusia,Allah SWT maupun terhadap lingkungan hidup. Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat- sifat yang baik juga,oleh karena itu dalam jiwa manusia dapat menelurkan perbuatan- perbuatan lahiriyah yang baik.

Baik dalam bahasa Arab disebut Khoir, dalam bahasa inggris disebut good . dalam beberapa kamus dan ensiklopedia diperoleh pengertian baik sebagi berikut:

  1. Baik berarti sesuatu yangh telah mencapai kesempurnaan.
  2. Baik berarti sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan sebagainya.
  3. Baik berarti sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan dan memberikan kepuasan
  4. Baik berarti sesuatu yang sesuai dengan keinginan.
  5.   Sesuatu yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberikan perasaan sengan atau bahagia, bila ia dihargai secara positif.

Al-Ghazali menerangkan bentuk keutamaan akhlak mahmudah yang dimilki seseorang misalnya sabar, benar dan tawakal, itu dinyatakan sebagai gerak jiwa dan gambaran batin seseorang yang secara tidak langsung menjadi akhlaknya. Al-ghazali menerangkan adanya pokok keutamaan akhlak yang baik, antara lain mencari hikmah, bersikap berani, bersuci diri, berlaku adil.[1]

Keutamaan akhlak yang baik juga terdapat dalam hadist Nabi,

ماَ مِنْ شَيْءٍ أَ ثْقَلُ فِى مِيْزَا نِ الْعَبْدِ  يَوْ مَ القِياَ مَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُق

Artinya:”Tiada sesuatu apapun yang paling berat pada timbangan setiap hamba pada hari kiamat, selain akhlak yang baik”.

  1.  Macam –Macam Akhlak Terpuji
  2. Ikhlas : Kata ikhlas Menurut al-Qurtubi, ikhlas pada dasarnya berarti memurnikan perbuatan dari pengaruh-pengaruh makhluk.
  3.  Amanah : Secara bahasa amanah bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan) sedangkan secara definisi amanah berarti memenuhi apa yang dititipkankan kepadanya.
  4. Adil : Adil berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. Adil juga tidak lain ialah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah.
  5. Bersyukur : Syukur menurut kamus “Al-mu’jamu al-wasith” adalah mengakui adanya kenikmatan dan menampakkannya serta memuji (atas) pemberian nikmat tersebut.Sedangkan makna syukur secara syar’i adalah : Menggunakan nikmat AllahSWT dalam (ruang lingkup) hal-hal yang dicintainya.
  6. Husnuzzan : berprasangka baik terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dan orang lain atau disebut juga positive thinking.
  7. Rela berkorban : rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi seseorang.
  8. Ridho : suka, rela dan senang. Konsep ridho kepada Allah mengajarkan manusia untuk menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita.
  9. Sabar : tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
  10. Tawakal : berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu pekerjaan.