Agen Penyebab Penyakit

 Agen Penyebab Penyakit

Agen penyebab penyakit pada ternak dapat dikelompokkan ke dalam 3 kelompok, yaitu  a) penyebab fisik, b) penyebab kimiawi, dan  c) penyebab biologis.

1.     Penyebab Fisik

Penyakit ternak yang disebabkan oleh agen fisik antara lain luka akibat benturan, terjatuh karena  lantai kandang yang licin pada sapi, terjepit pada ayam. Penanganan kasar oleh anak kandang sering kali menyebabkan luka-luka pada tubuh ternak.

2.     Kimiawi

Penyakit yang disebabkan oleh agen penyakit yang bersifat kimiawi antara lain : penyakit defisiensi dan keracunan. Penyakit defisiensi mineral, seperti kalsium menyebabkan pertumbuhan terhambat, konsumsi pakan turun, laju metabolik basal meningkat, aktivitas menurun dan osteoporosis. Defisiensi vitamin, misalnya vitamin D menyebabkan rachitis, terutama pada hewan muda dan osteomalasia pada ternak yang sudah sempurna tulangnya, namun diberi pakan dengan kadar  vitamin D yang kurang dari kebutuhan  Osteomalasia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh dekalsifikasi sebagian tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi lunak dan rapuh.

Turkey Diseases merupakan penyakit akibat keracunan oleh mikotoksin yang mencemari bahan pakan pernah terjadi di Inggris dan menyebabkan kematian sampai 10.000 ekor kalkun. Mikotoksin adalah sejenis racun yang dihasilkan oleh sejenis jamur. Mikotoksin terkenal yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus disebut aflatoksin bersifat sangat toksik bagi ternak, baik unggas maupun ruminansia.

Keracunan bisa juga disebabkan oleh bahan-bahan anorganik, seperti : H2S, NH3,  CH4, merkaptan dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut sebagai kontaminan yang dibebaskan dari kotoran ternak. Amoniak memiliki arti penting pada peternakan ayam oleh karena gas tersebut tersebar luas di peternakan dan memberikan andil yang cukup besar dalam mempengaruhi  kesehatan ternak maupun dan manusia. Toleransi maksimal manusia terhadap amoniak sebesar 5 – 10 ppm dan pada unggas sebesar 15 – 20 ppm.

 

POS-POS TERBARU